Tampilkan postingan dengan label Green Computing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Green Computing. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 November 2014

Makalah Smart Home

Makalah Smart Home 

 

 

Mata Kuliah : Matematika Diskrit
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama ST. MT.
Kampus : Institut Teknologi Harapan Bangsa
Nama/NIM : Daniel Hadi Wijaya / 1413003


Jumat, 17 Oktober 2014

Green IT | Bussines



Mata Kuliah : Green Computing
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama ST. MT.
Daniel H.W – 1413003 – ITHB


Green IT
                Green Information Technology menekan atau mengurangi dampak lingkungan dari produksi IT dan penggunaannya. Contoh penerapan Green IT yaitu cluster computing, grid computing, cloud computing selain menghemat biaya kita dapat menggunakan komputer lama yang bekerja bersamaan sebanding dengan supercomputer yang harganya lebih mahal. Efisiensi energi juga dapat dilakukan karena seberapa daya yg dibutuhkan maka sistem akan memberi sesuai dengan kebutuhan pengguna.
            Berikut benua dan kota-kota yang sudah memulai membangun atau menerapkan green IT yaitu:
1.       Kawasan benua Amerika – New York, San Francisco, Seattle, Toronto,Santiago,
2.       Kawasan benua Eropa – Berlin, Amsterdam, Barcelona, Paris, Copenhagen, Vienna,Stockholm, Manchester.
3.       Kawasan benua Asia – Tokyo, Yokohama, Hongkong, Iskandar, Xinjiang, Seoul, Indonesia.
4.       Kawasan benua Australia – Melbourne, Sidney, Canberra, Perth

Penerapan green IT pada tiap Negara dapat dilakukan secara :
  • Pribadi
Peran dari user/pengguna komputer pribadi dimana memanfaatkan komputer bekas sebaik mungkin untuk mengerjakan pekerjaan yang ringan dan juga mengolah kembali peralatan elektronik yang sudah tidak di pakai.
  • Organisasi
Peran dari sebuah organisasi dalam memanfaatkan barang-barang yang ada agar ramah lingkungan dan dalam mengerjakan tugas yang berat, akan jauh lebih ringan jika digunakan banyak komputer meskipun spesifikasinya rendah.
Green bussiness
Suatu paradigma bisnis mengajurkan dalam berbisnis untuk merai keuntungan, harus juga peduli, berkomitmen dan bertanggung jawab untuk melestarikan lingkungan dan alam semesata yang meningkatkan kesejahteraan sosial kepada masyarakat. Di dalam ecopreneurship lebih ditekan kan dalam menghemat energi yang dapat memperbaharui yang bertujuan untuk memperbesar income Ecopreneurship dibagi menjadi 3 bagian :


  • Benefit
Meraih pendapatan atau untung yang besar namun pengeluaran yang dikeluarkan harus diminimalisir dengan cara menerapkan konsep green dalam berjalannya bisnis.
  • Hal-hal yang dilakukan
Hal-hal yang dilakukan dalam bidang IT untuk mewujudkan green IT seperti menggunakan barang-barang bekas dalam mengolah teknologi, baik teknologi baru maupun pengembangan teknologi sehingga dapat mengurangi sampah elektronik, lebih ramah lingkungan dan hemat energi.
  • Peran pada dunia IT
Peran Green business dalam bidang IT bisa di bilang cukup baik dan signifikan. Mulai dari munculnya paralel komputer. Paralel Computing sendiri terdiri dari 3 buah teknologi, yaitu :
1.       Cluster Computing
Cluster Computing merupakan teknologi di dalam jaringan computer, dimana terdapat dua atau lebih computer yang dihubungkan (cluster/clustering) untuk dapat mengerjakan tugas yang diberikan secara bersama-sama.
·         Sistem Kerja Cluster Computing
Cluster computing meiliki sistem kerja menghubungkan sejumlah computer yang berada dalam satu tempat namun terhubung jaringan, misalkan internet untuk bersama-sama mengerjakan sebuah tugas yang diberikan. Terkait dengan fungsionalitasnya, cluster computing dibagi ke dalam empat kelompok bagian :
1.       High Avaibility Cluster à merupakan cluster computing yang umum digunakan untuk kebutuhan akan sumber daya computer yang besar.
2.       Load Balancing Cluster à umum digunakan untuk melakukan load balancing pada beban komputasi computer.
3.       Computing Cluster à cluster computing yang dikhususkan untuk komputasi skala besar.
4.       Grid Computing

2.       Grid Computing
Grid Computing  sebagai kemampuan untuk menggunakan seperangkat standard an protocol terbuka, untuk memperoleh akses ke aplikasi dan data, tenaga pemrosesan,kapasitas penyimpanan, dan sekumpulan komputasi sedunia melalui internet.
·         Sistem Kerja Grid Computing
Di dalam Grid Computing terdapat lima buah komsep dasar meliputi :
-          Adanya sumber daya yang digunakan, dikendalikan, dan dikelola, secara local.
-          Berbagai jenis sumber daya yang tersedia tersebut dimanfaatkan dengan menggunakan kebijakan,aturan dan mekanisme yang berbeda-beda.
-          Sumber daya dan pengguna bersifat dinamis
-          Adanya sebuah environtment yang kolaboratif bagi para komunitas secara digital.
-          Secara umum pada Grid computing dapat dilakukan pemanfaatan bersama resource, network, dan process.

3.       Cloud Computing
Cloud computing merupakan sebuah model yang memungkinkan adanya penggunaan sumber daya secara bersama-sama dan mudah, menyediakan jaringan akses di mana-mana, dapat dikonfigurasi, dan layanan yang digunakan sesuai keperluan.
Ada 3 layanan cloud computing, yaitu :
1.       Infrastructure as a Service (IAAS)
Infrastructure as a Service adalah layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen tersebut digunakan untuk membangun komputer virtual. Komputer virtual dapat diinstal sistem operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan.
2.       Platform as a Service (PAAS)
Platform as a Service adalah layanan yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi, database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi yang telah dibuat.
3.       Software as a Service (SAAS)
Software as a Service adalah layanan komputasi awan dimana kita bisa langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Penyedia layanan mengelola infrastruktur dan platform yang menjalankan aplikasi tersebut.

Rabu, 08 Oktober 2014

Green Information Technologies




Mata Kuliah : Green Computing
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama ST. MT.
Kampus : Institut Teknologi Harapan Bangsa
Nama - NIM : Daniel Hadi Wijaya – 1413003

Copenhagen, Denmark
                Copenhagen adalah ibu kota Denmark. Sebagai salah satu kota terbesar di Negara Denmark di kawasan benua Eropa. Ambisi kota ini salah satunya adalah menciptakan kondisi kota yang ramah lingkungan, di mana tingkat emisi karbon mencapai 0% di tahun 2025, memanfaatkan revolusi Green Technology yang banyak memberi manfaat.
                Copenhagen sebagai model yang baik dalam hal perencanaan kota dan desain. Hal ini juga sesuatu dari pelopor transportasi, bertujuan untuk menjadi kota yang paling praktis di dunia untuk pengendara sepeda. Tujuannya adalah untuk memiliki 50% dari orang-orang yang bersepeda ke tempat kerja mereka atau pendidikan pada tahun 2015 (35% bersepeda ke tempat kerja atau sekolah pada tahun 2010), membantu kota mencapai tujuan ambisius menjadi CO2 netral pada tahun 2025.
                Selain itu Copenhagen mengembangkan Green Technology, Intelligence Street Lighting, serta pemanfaatan solar panel untuk energy public, menjadikan Copenhagen mampu menjadi salah satu Smart City di kawasan Eropa. Dan kini pada tahun 2014 Copenhagen mendapatkan title European Green Capital.
  



Sumber :
·         Pratama, I Putu Agus Eka . Smart CIty beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya . 2014 . Bandung : Informatika
·         http://ec.europa.eu/environment/europeangreencapital/winning-cities/2014-copenhagen/



    Korea Selatan
          Seoul adalah ibu kota Korea Selatan yang berusia lebih dari 600 tahun dan hingga 1945, ibu kota dari seluruh Korea. Kota ini merupakan Kota Khusus Korea. Sejak berdirinya Republik Korea lebih dikenal dengan nama Korea Selatan pada tahun 1948, dia menjadi ibu kota negara, kecuali beberapa waktu pada masa Perang Korea.
             Seoul terletak di barat laut negara, di bagian selatan DMZ Korea, di Sungai Han. Kota ini adalah pusat politik, budaya, sosial dan ekonomi di Korea Selatan dan Asia Timur. Dia juga pusat bisnis, keuangan, perusahaan multinasional, dan organisasi global. Sampai sekarang, dia dianggap sebagai sinar dari ekonomi Asia Timur, simbol dari keajaiban ekonomi Korea.
      Di kota Seoul sendiri merupakan salah satu target dari implementasi Smart City dimana implementasi tsb dibagi menjadi 3 kelompok yaitu:
·    -  ICT Infrastructur => penigkatan dan perluasan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi    untuk menunjang semua layanan dan inovasi berbasis Smart City.
·    - Intergrated City Management Framework => proses integrasi kota dan manajemen ke dalam sebuah framework, yang di dalamnya mencakup sistem, individual dan semua entitas.
·    - Smart User => menekankan kepada warga kota Seoul yang juga harus Smart, sehingga dapat turut serta berpartisipasi di dalamnya dan menjadikan layanan makin bermanfaat.

Hal ini juga penting bahwa kita mengintegrasikan IT dengan bidang-bidang penting lainnya, termasuk pasar kerja, sistem kesejahteraan, dan pertumbuhan hijau. Untuk tujuan ini,
Smart Seoul 2015 bertujuan untuk secara sistematis menghubungkan teknologi Smart
sistem operasi dari Seoul.

      <Tahap Pengembangan Seoul e-Government>

 

       Sumber :
·           -  Pratama, I Putu Agus Eka . Smart CIty beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya . 2014 . Bandung : Informatika
·           - english.seoul.go.kr/wp-content/.../SMART_SEOUL_2015_41.pdf
   

      Indonesia
Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik  dan Samudra Hindia. Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau. Ibu kota dari Indonesia adalah Jakarta.
Di kota jakarta sendiri implementasi dari Smart City sudah sangat baik, antara lain E-Government (pemerintahan secara digital), E-Governance (tata kelola pemerintahan secara digital), pengambilan keputusan melibatkan masyarakat secara digital, dan sejumlah layanan berbasis online dan mobile. Hal ini didukung juga dengan penataan kota yang lebih baik dan juga penyediaan akses internet di sejumlah ruang publik.
Selain itu Indonesia menyatakan target penurunan emisi sebesar 26% dari tingkat bisnis atau usaha pada tahun 2020, dan ini dapat meningkat menjadi 41% dengan bantuan internasional. Sebagai non-Annex 1 negara, kita tidak harus melakukan ini. Tapi kita membaca peringatan ilmiah yang gamblang dari IPCC. Jadi kami menetapkan target pengurangan baru, karena kami ingin menjadi bagian dari solusi global. Berikut adalah masterplan yang dapat dilihat untuk membantu membentuk smart dan green suatu Negara.
 

Sumber :
·        -  Pratama, I Putu Agus Eka . Smart CIty beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya . 2014 . Bandung : Informatika